Semoga Lelah ini Menjadi Saksi

Terkadang raga ini ingin menyerah. Terkadang jiwa ini merasa lelah. Berbagai rutinitas membebani diri ini.

Namun ku ingat satu hal. Bahwa rasa lelah ini kelak menjadi saksi. Di hari perhitungan nanti di mana tangan dan kaki bicara, dimana mulut dikunci, maka rasa lelah ini mungkin akan ikut bersaksi.


Bahwa tubuh ini dulu digunakan untuk mencari rezeki anak dan istri. Bahwa rasa lelah di tubuh ini bukan digunakan untuk berfoya dan memuaskan diri.

Ku yakin bahwa semua pengorbanan ini akan terbayar. Karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Karena tidak akan sama manusia yang hanya berleha-leha dengan manusia yang berlelah-lelah mencari rezeki, menuntut ilmu, agar makin dekat pada-Mu.

Jika menuruti hawa nafsu, maka bantal guling serta kasur sangat menggoda diri untuk terlelap tidur sepanjang hari. Jika menuruti hawa nafsu, maka pesawat televisi sangat aduhai untuk dinikmati sepanjang hari.

Tidak, tentu tidak. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan tidur, bermalasan, berleha, dan berfoya. Andaikan kau seorang hewan, tentu tidak mengapa kau berbuat semaumu di dunia ini. Karena Takkan Ada timbangan yang akan kau hadapi nanti di hari perhitungan.

Kita manusia. Kita diberi alat yang bernama akal. Itulah yang nanti harus kita pertanggungjawabkan.

Maka semoga lelah ini menjadi saksi. Bahwa pemilik tubuh ini selalu berusaha keras mendekati-Mu setiap saat, ya Allah….

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *