Keseruan TOC SAGUDISTRO Hari Kedua & Beberapa Hasil Karya Peserta

Keseruan TOC SAGUDISTRO Hari Kedua & Beberapa Hasil Karya Peserta

Hari kedua TOC SAGUDISTRO lebih seru dari hari pertama. Karena di hari kedua ini masuk ke materi pembuatan Digital Storytelling. Materi pembuatan Digital Storytelling meliputi:

  • Cara Menentukan Topik Digital Storytelling
  • 6 Tips Menulis Naskah yang Dahsyat
  • Cara Mencari Gambar yang Bebas Copyright
  • Cara Membuat Storyboard
  • Cara Mencari Musik Berkualitas dan Bebas Copyright
  • Cara Merekam Narasi Audio
  • Cara Edit Narasi Audio
  • Cara menggabungkan dan mengedit gambar, musik, dan narasi menjadi Digital Storytelling yang utuh.

Logo SAGUDISTRO

Peserta yang berjumlah kurang lebih 22 orang sangat antusias mengikuti jalannya TOC SAGUDISTRO hari kedua ini, dari pagi sampai menjelang maghrib, hari minggu tanggal 1 April 2018.

TOC SAGUDISTRO hari Kedua
TOC SAGUDISTRO hari kedua

Reportase Kegiatan Training of Coach (TOC) SAGUDISTRO

SAGUDISTRO sebagai salah satu kanal pelatihan Ikatan Guru Indonesia (IGI) menggelar kegiatan training of coach untuk mempersiapkan para pelatih yang akan disebar ke seluruh Indonesia dalam meningkatkan berbagai kompetensi guru untuk mencapai mutu pendidikan yang lebih baik. Selain mempersiapkan para pelatih yang profesional di bidang Digital Storytelling, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan berbagai inovasi dan kreatifitas dalam mengembangkan Digital Storytelling sehingga dapat membantu proses pembelajaran siswa didalam kelas, ungkap Ferdiansyah Syaiful Hijrah, Founder Kanal SAGUDISTRO.

Sabtu 31 Maret 2018, Satu Guru Satu Digital Storytelling menggelar TOC yang bertempat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya ( Jalan Ketintang Madya No. 92 –Surabaya). Pelatihan TOC ini, mempersiapkan 36 Pelatih yang hadir dari beberapa kota besar di Indonesia, dengan harapan kelak para peserta pelatih SAGUDISTRO dapat terus berkembang dan menyebarluaskan Digital Storytelling ini ke berbagai pelosok di Indonesia.

Pelatihan TOC SAGUDISTRO dibuka langsung oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya Dr. H. Muchammad Toha, M.Si, Beliau sangat antusias dalam menyambut kegiatan ini dikarenakan beliau juga merupakan Guru yang sangat senang menyampaikan cerita, ujarnya. Selain beliau, hadir pula Ketua IGI Wilayah Surabaya Bunda Cicik Sriwulandari yang memberikan semangat serta motivasi kepada kami untuk menjadi pelatih-pelatih yang profesional untuk terus mengembangkan Kanal SAGUDISTRO ini.

Materi yang dipersiapkan dalam kegiatan TOC SAGUDISTRO merupakan bebagai materi Digital Storytelling yang akan disampaikan langsung oleh berbagai pakar  di bidangnya. Ferdiansyah Syaiful Hijrah atau yang akrab disapa Kang Ferdi sebagai Founder SAGUDISTRO turun langsung untuk memberikan materi mengenai pembuatan Digital Storytelling yang sebelumnya sudah diperkuat dengan berbagai keterampilan Story Telling yang disampaikan Bunda Heppy Prasetyo Aju sebagai Master Trainer SAGUDISTRO. Dalam kegiatan pelatihan ini seluruh peserta yang akan dilatih menjadi pelatih profesional menyiapkan berbagai bahan dan alat seperti laptop, modem, dan lain sebagainya.

Dalam pelatihan ini pula, Ferdiansyah Syaiful Hijrah sebagai Founder SAGUDISTRO menyampaikan dalam sebuah kajiannya ditemukan bahwasanya bercerita itu merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan. Hal tersebut sejalan dengan Jennifer Aaker dari Stanford University yang juga menyatakan bahwa suatu materi yang disampaikan melalui bercerita itu 22 kali lebih kuat dibandingkan dengan data dan angka. Selain itu dalam kajian yang lain ditemukan pada abad 14 tahun silam, bahwasanya firman Allah SWT didalam Al-Quran banyak disampaikan melalui bercerita. Sehingga bercerita memang harus menjadi aktifitas yang penting dilakukan kita semua.

Masih lanjut Kang Ferdi menyatakan, walau pada awalnya Digital Storytelling ini saya ketahui melalui online course di University of Houston, USA. Saya berfikir ini sangat penting dilakukan di Indonesia, karena masih banyak guru yang belum terbiasa ataupun jarang melakukan kegiatan bercerita pada siswa dengan berbagai jenis alasan yang beragam diantaranya, malu, tidak bisa, suaranya pas-pas an, dan lain sebagainya.

Materi Digital Storytelling terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia baik dari segi konten ataupun software yang digunakan, hal tersebut menjadi penting karena kondisi USA tentu berbeda dengan Indonesia. Ferdiansyah pun sebagai founder SAGUDISTRO mengungkapkan impian terbesarnya terhadap guru dan siswa agar kelak bisa bersama-sama membuat Digital Storytelling sehingga akan membantu dan memperkuat value (nilai), karakter diri, memori, dan hati. Melalui berbagai materi pelajaran yang dibalut sentuhan Digital Story Telling.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, tentu disambut dengan baik oleh seluruh peserta TOC SAGUDISTRO, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bu Fitri seorang Guru SMA Negeri 17 Surabaya, “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti TOC ini, selain menambah pengetahuan baru saya semakin percaya diri untuk membuat bahan ajar dalam membantu para siswa agar lebih mudah memahami berbagai konten pelajaran terutama dalam pelajaran bahasa inggris yang saya ampu”.

Semoga Kedepan Kanal SAGUDISTRO, dapat terus Sharing And Growing Together bersama seluruh Ikatan Guru Indonesia (IGI) di seluruh wilayah di Indonesia dan kami siap menghadirkan para pelatih yang akan membantu seluruh guru dalam membangun pendidikan melalui Satu Guru Satu Digital Storytelling.

Untuk mengetahui karya-karya Digital Storytelling, para pembaca dapat menontonnya di Channel resmi SAGUDISTRO di YouTube yang beralamat di: http://bit.ly/SAGUDISTRO

Beberapa Hasil Karya Peserta

Premanisme dan TOC SAGUDISTRO Hari Pertama

Premanisme dan TOC SAGUDISTRO Hari Pertama

Premanisme itu Masih Ada

Tiba di Stasiun Pasar Turi jam 18.30. Saya sudah pesan Taxi Online semenjak kereta api belum berhenti total.

Di Atas Argo Bromo Anggrek Menuju Surabaya
Di Atas Argo Bromo Anggrek Menuju Surabaya

“Pak, bisa masuk parkiran tidak?” chat saya ke pengemudi taxi online. “Seolah Bapak keluarga saya.”

Ting, balasan muncul, “Maaf tidak bisa Pak, banyak premannya, suka merusak,” jawab sang pengemudi, “Bapak ke SPBU saja ya, dari pintu keluar stasiun tinnggal belok kanan.”

Maka berjalanlah saya. Jaraknya lumayan jauh juga, hitungan saya sekitar 500 meteran. Lalu naiklah Kami ngobrol banyak selama perjalanan. Diantaranya “kesepakatan” antara pengemudi taksi online dengan pengemudi taksi konvensional plus para preman bahwasanya taksi online mengantar penumpang sampai ke dalam, tapi tidak boleh menjemput ke dalam. Jadi ngantar boleh, jemput yang tidak boleh. Jadi ingat percakapan saya dengan pengemudi taksi online yang mengantar saya dari rumah di Majalengka menuju Stasiun KA Cirebon. Percakapannya bisa dicek disini: https://www.kangferdi.com/2018/03/3799/

Tibalah saya di tempat tujuan pada pukul 19.30, yaitu Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Tempatnya luas, gedungnya banyak, dari Gedung A sampai gedung K.  Wow.

Balai Diklat Keagamaan Surabaya
Balai Diklat Keagamaan Surabaya

Saya datang ke Surabaya untuk mengisi TOC (Training of Coach) SAGUDISTRO. Saya adalah founder nya. TOC ini bertujuan mencetak para Coach yang akan siap melatihkan Digital Storytelling di seluruh Indonesia.

TOC SAGUDISTRO

Sabtu pagi, 31 Maret 2018, peserta dari seluruh Indonesia siap mengikuti TOC SAGUDISTRO. Dibuka oleh Kepala Balai Diklat Kegamaan, Pak Dr. M. Toha yang memberi sambutan cukup panjang namun renyah dan penuh guyon.

Yuk simak keseruan TOC SAGUDISTRO hari pertama

TOC SAGUDISTRO hari pertama TOC SAGUDISTRO hari pertama TOC SAGUDISTRO hari pertama TOC SAGUDISTRO hari pertama TOC SAGUDISTRO hari pertama TOC SAGUDISTRO hari pertama

OPEN RECRUITMENT TRAINER SAGUDISTRO

OPEN RECRUITMENT TRAINER SAGUDISTRO

Logo SAGUDISTRO

OPEN RECRUITMENT TRAINER SAGUDISTRO

Tahukah Anda kedahsyatan bercerita?

Menurut Profesor Jennifer Aaker dari Stanford University, cerita mampu diingat 22 kali lebih kuat dibandingkan data dan angka. Wow 22 kali.

Itulah sebabnya di kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur’an banyak gaya penyampaian dengan cara bercerita (storytelling).

Misalnya ketika menggambarkan pertarungan Nabi Musa dengan para penyihir. Allah SWT tidak menyampaikan nya dengan data dan angka. Misalnya: jumlah penyihir yang mengepung Nabi Musa ada 30 orang, tempatnya di pelataran istana Fir’aun. Tidak seperti itu. Tapi kejadian itu di Al-Qur’an disampaikan dengan gaya bercerita. Sehingga kita bisa merasakan apa yang Nabi Musa rasakan waktu itu. Kita juga bisa merasakan seperti apa suasana saat itu, pergolakan batin yang terjadi, dsb. Dan yang lebih penting, itu tertanam kuat di memori kita.

Itulah dahsyatnya bercerita (storytelling).

Bisa dibayangkan jika ini kita terapkan pada pembelajaran yang kita lakukan di kelas. Apapun mata pelajaran nya. Bisa dibayangkan betapa menghujamnya di memori siswa kita.

Namun tidak semua guru pandai bercerita di depan siswanya. Yang terbiasa mengajar dengan cara menyampaikan data dan angka tentu akan kesulitan ketika mencoba bercerita.

Maka solusinya adalah membuat cerita digital (Digital Storytelling), yang bisa dibuat di rumah. Atau bisa juga memanfaatkan Digital Storytelling yang dibuat oleh guru2 lain se Indonesia. Tinggal cari yang topik nya sesuai dengan materi yang akan kita ajarkan di kelas.

Itulah cita2 besar dibalik didirikannya SAGUDISTRO (Satu Guru Satu Digital Storytelling). Yaitu setiap guru mampu membuat Digital Storytelling yang akan ditampilkan di kelasnya sebelum pelajaran dimulai dengan durasi 3-5 menit, yang akan merangsang ketertarikan siswa terhadap pelajaran dan membantu menanamkan pelajaran ke dalam memori siswa lebih dalam.

Mari bergabung menjadi Trainer SAGUDISTRO dengan cara klik tautan di bawah ini:
https://chat.whatsapp.com/55SZArhdcoY216nD47mREt

Ferdiansyah Syaiful Hijrah
Pendiri SAGUDISTRO

Digital Storytelling adalah …

Digital Storytelling adalah …

Digital Storytelling adalah …

Nama Kanal: SAGUSADIST (Satu Guru Satu Digital Storytelling)

Penanggungjawab: Ferdiansyah Syaiful Hijrah

Jenis Kanal: IT

Apa Itu Digital Storytelling?

Digital Storytelling (Kisah Digital / Cerita Digital / Dongeng Digital) adalah sebuah penerapan teknologi yang diposisikan untuk membantu guru mengatasi hambatan penggunaan teknologi di kelas menjadi sebuah hal yang produktif, yaitu membuat cerita atau dongeng secara digital. Proses yang dijalani sama saja dengan membuat cerita secara tradisional, diantaranya memilih tema, mengadakan riset sederhana tentang tema tersebut, menulis naskah skenario, dan mengembangkannya menjadi cerita yang menarik. Langkah-langkah tersebut kemudian dikombinasikan dengan berbagai jenis mutimedia, termasuk gambar atau grafis berbasis komputer, rekaman audio, teks yang dibuat secara digital, video klip, dan juga musik, yang kemudian bisa diputar di komputer, diunggah ke website, Sosial Media, YouTube, atau di “bakar” ke dalam kepingan Digital Video Disc (DVD).



SAGUSADIST adalah satu kanal pelatihan Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Mengapa Harus Digital Storytelling?

Banyak penelitian yang menghasilkan kesimpulan bahwa cerita dapat membuat konsep yang abstrak menjadi nyata. Diantaranya menyatakan bahwa cerita dapat membantu suatu konsep yang terlihat sulit atau konsep abstrak menjadi terasa nyata dan menyenangkan bagi siswa. Dan ini berlaku bukan saja di tingkat TK maupun SD, melainkan tingkat SMP, SMA, bahkan sampai Perguruan Tinggi.
Kemudian cerita tersebut disajikan dalam bentuk digital karena beberapa alasan.
Pertama, karena generasi siswa saat ini merupakan “Digital Natives”, artinya mereka sudah mengenal dunia digital sejak mereka lahir. Sehingga pendekatan digital dalam pembelajaran diharapkan lebih mudah “dikonsumsi” oleh mereka.
Kedua, saat ini hampir semua guru sudah mempunyai infrastruktur yang diperlukan untuk membuat Dongeng Digital. Diantaranya komputer atau laptop, jaringan internet, dan smartphone (telepon pintar). Sehingga diharapkan seluruh guru di Indonesia dapat menduplikasinya dengan mudah.
Ketiga, saat ini semua “bahan” yang diperlukan untuk membuat Digital Storytelling sudah tersedia secara gratis di internet. Mulai dari gambar, musik, video klip, software (perangkat lunak) pengedit video, semuanya gratis. Beberapa tahun ke belakang hal ini susah kita temui, karena kebanyakan bahan masih harus berbayar. Sedangkan saat ini semuanya sudah tersedia secara gratis, dan tentu saja, legal dan resmi.
Keempat, seluruh mata pelajaran (mapel) dari tingkat TK sampai SMA/SMK bisa di”storytelling” kan. Bahkan konsep yang abstrak bisa menjadi nyata / kontekstual jika disajikan dalam bentuk storytelling.

Output

Sebuah Digital Storytelling. Satu Peserta minimal bisa membuat satu Digital Storytelling.

Struktur Materi (Program)

Pelatihan berdurasi 35 JP. Diharapkan setiap peserta mengalokasikan waktu 1 jam setiap hari. Sehingga durasi pelatihan selama 5 minggu.

Minggu ke 1 : Memilih Tema dan Tujuan

Pada minggu ke 1 ini para peserta akan diperkenalkan kepada dasar-dasar Digital Storytelling. Para peserta akan mempelajari elemen-elemen dasar dalam membuat cerita digital yang baik dan me review contoh-contoh Digital Storytelling yang dibuat oleh para guru dari berbagai jenjang dan mata pelajaran. Pada akhir pelatihan di minggu ke 1 ini peserta diharapkan mampu memilih sebuah tema dan menentukan tujuan dari cerita digital yang akan dibuat oleh para peserta.

Minggu ke 2 : Menulis naskah yang efektif dan menciptakan storyboard.

Pada minggu ke 2 ini peserta difokuskan pada teknik penulisan naskah. Peserta akan diajak mengeksplorasi elemen-elemen penulisan naskah, seperti: perkenalan, pengembangan karakter, tensi dan resolusi. Pada akhir pelatihan di minggu ke 2 ini, peserta akan mulai memahami langkah-langkah penting dan elemen-elemen dari penulisan naskah. Para peserta juga akan belajar cara memilih foto yang baik dan betapa pentingnya membuat storyboard. Selama minggu ke 2 ini, para peserta akan diajak mengkesplorasi beberapa tips praktis dalam memilih gambar atau foto berkualitas, termasuk cara memotret diri sendiri menggunakan kamera digital atau smartphone, menggunakan aplikasi untuk membuat chart, grafik, dan gambar lainnya. Para peserta juga akan diberi tips cara menemukan dan mendownload gambar dari web berdasarkan ukuran, kualitas, jenis, dan hak penggunaan. Pendekatan langkah per langkah akan digunakan untuk mengilustrasikan bagaimana gambar tersebut akan digunakan untuk mendukung naskah anda sebagai bagian dari Proses penciptaan cerita digital. Pada akhir minggu kedua ini para peserta diharapkan sudah mampu menyelesaikan naskah ceritanya dan juga sudah mampu membuat Story board yang menarik dan berguna.

Minggu ke 3: merekam narasi audio




Pada minggu ketiga para peserta akan belajar bagaimana caranya merekam narasi audio menggunakan peralatan digital seperti smartphone atau perekam audio sehingga suara para peserta dapat dimasukkan ke dalam cerita digital. Para peserta akan mendapatkan pengalaman langsung bagaimana menggunakan fitur-fitur yang biasa ada pada software audio recording untuk menciptakan narasi audio yang berkualitas tinggi. Sebagai tambahan, para peserta juga akan belajar bagaimana mengedit audio. Para peserta juga akan belajar bagaimana menemukan dan mendownload musik background yang cocok yang tersedia dalam domain publik atau bebas hak cipta untuk dimasukkan ke dalam digital storytelling mereka.

Minggu ke-4: menggunakan teknologi untuk membuat digital storytelling

Pada minggu keempat, para peserta akan belajar bagaimana menggunakan WeVideo, yaitu sebuah aplikasi video editing online yang gratis untuk menggabungkan semua elemen digital storytelling (teks, gambar, narasi, musik) menjadi sebuah digital storytelling yang utuh. Sebagai tambahan, para peserta juga akan belajar teknik edit video dasar yang akan membuat digital storytelling yang mereka buat menjadi terlihat dan terdengar indah.

Minggu ke-5: merevisi, mempublikasikan, dan membagikan digital storytelling.

Pada minggu ke 5, para peserta akan merevisi versi final dari digital storytelling mereka, mempublikasikannya secara online dan mendiskusikan dengan peserta lain bagaimana digital storytelling tersebut terdapat di gunakan di dalam kelas untuk mendukung pembelajaran. Para peserta juga berkesempatan untuk merefleksikan proses pembuatan digital storytelling mereka dan mendiskusikan dengan sesama peserta maupun dengan guru-guru lain se-indonesia tentang tantangan-tantangan yang mereka hadapi selama membuat digital storytelling, dan bagaimana mereka menemukan jalan keluar untuk mengatasi tantangan tersebut. Para peserta juga akan berdiskusi Apa saja hal penting yang mereka pelajari selama mengikuti pelatihan SAGUSADIST ini, dan bagaimana mereka akan menggunakan digital storytelling di masa yang akan datang.

Software yang digunakan:

1. Google
2. Creative Commons
3. Jamendo
4. StoryboardThat
5. Audacity
6. WeVideo

Video Pengertian SAGUDISTRO dan Mengapa Harus Digital Storytelling